Paradoks Indonesia 1: Mahalnya Pendidikan Di Indonesia

Percayakah anda bahwa beaya masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) memicu perilaku korup ? Yakinkah anda bahwa PTN di Indonesia memang tidak di tujukan untuk orang miskin ?
Fakta-fakta berikut ini akan membuat anda mengernyitkan dahi, betapa mahalnya beaya pendidikan di Indonesia. Betapa suramnya masa depan nasib anak-anak kita kelak. Kita seperti kembali ke awal-awal lahirnya Negara Indonesia di mana hanya orang-orag kaya yang bisa sekolah ke perguruan tinggi.
Jika anak anda “kebetulan” lolos seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN)tahun 2011 ini di Universitas Gadjah Mada(UGM), ada beaya sumbangan peningkatan mutu akademik (SPMA) sebagai salah satu komponen beaya masuk di sana. Ada empat level SPMA di UGM :

1. SPMA 1 sebesar Rp 5 juta – Rp 10 juta
Pendapatan orang tua per bulan Rp 1 juta – Rp 2,5 juta
2. SPMA 2 sebesar Rp 8 juta – Rp 15 juta
Pendapatan orang tua per bulan Rp 2,5 juta – Rp 5 juta
3. SPMA 3 sebesar Rp 10 juta – Rp 20 juta
Pendapatan orang tua perbulan Rp 5 juta – Rp 7,5 juta
4. SPMA 4 sebesar Rp 10 juta – Rp 100 juta
Pendapatan orang tua di atas Rp 7,5 juta

Bagaimana UGM bisa sampai kesimpulan untuk membagi dalam empat level yang semena-mena seperti ini ? Sangat aneh dan ganjil. SPMA Level 1, 2, 3 tidak mencerminkan keadilan, batasannya tidak jelas dan memaksa. SPMA level 4 bak sebuah transaksi dagang, komersialisasi pendidikan.
Bagaimana UGM bisa mematok SPMA sebesar Rp 100 juta pada seorang calon mahasiswa baru Fakultas Kedokteran ? Apakah UGM tahu bahwa si calon mahasiswa tersebut anak Bupati Sleman ? Apakah seorang bupati mesti banyak duit sehingga harus ditodong sebesar Rp 100 juta ? Kenapa tidak Rp 50 juta atau Rp 75 juta saja atau bahkan 15 juta saja ? Kenapa UGM cuma mematok SPMA sebesar Rp 20 juta pada seorang calon mahasiswa baru Fakultas Teknis Mesin ? Apakah pendapatan orang tua menjadi faktor paling menentukan lolos tidaknya seorang siswa dalam SNMPTN di sini ? Jika ya maka calon mahasiswa yang tidak mengisi salah satu pilihan SPMA ini tentu peluangnya kecil di terima di UGM meski mereka sebenarnya memiliki kualitas akademis yang sangat baik. Sama seperti keponakan saya yang meraih nilai UN 2011 ini tertinggi se-Kabupaten dengan nilai rata-rata 9,5. Di SNMPTN 2011 ini dia tidak di terima di UGM sebagai pilihan utamanya dan “jatuh” ke universitas kelas menengah sebagai pilihan keduanya.
Jika beaya masuk perguruan tinggi ini di kedepankan, dapat di pahami jika panitia SNMPTN menolak nilai UN SMA di jadikan patokan masuk PTN tanpa tes meskipun Mendiknas M. Nuh sendiri menjamin kualitas UN. Sebab jika hal itu di lakukan saya pikir PTN bisa bangkrut. Kualitas akademis calon mahasiswa urusan belakang. Apalagi PTN juga masih menyediakan kursi untuk jalur non subsidi dengan tarif bervariasi, Universitas Hasanuddin misalnya menawarkan tarif Rp 15 juta – Rp 100 juta. Sungguh besaran yang menggiurkan !

Apa yang terjadi jika seorang guru PNS di sebuah SMPN, lulusan sarjana, istri juga PNS hanya lulusan SMA. Katakanlah bahwa kondisi mereka saat ini adalah kelas menengah. Punya anak tiga. Anak pertama lulus SNMPTN tahun 2011 di Fakultas Kedokteran. Tahun ajaran baru 2011 – 2012 ini untuk anak pertama mereka membayar beaya masuk PTN Rp 10 juta, mencarikan kos, mempersiapkan biaya hidup per bulan, dan beaya lain-lain. Beruntung bahwa anak keduanya baru naik kelas tiga di SMPN begitu juga anak ketiganya yang baru saja naik ke kelas tiga SD sehingga tidak begitu membutuhkan biaya banyak tidak seperti anak-anak yang baru masuk sekolah. Akankah orang tua ini sanggup menyisihkan uang untuk anak kedua dan ketiganya melanjutkan ke perguruan tinggi ? Apakah perguruan tinggi tidak memperhitungkan hal-hal seperti ini ? Bagaimana jika keuangan mereka tersedot habis-habisan untuk membayai anak pertama mereka ? Ancaman akan semakin mengerikan jika salah satu di antara mereka terkena program pensiun dini yang sedang di godok sekarang ini. Gara-gara mahalnya pendidikan ini, kelas menengahpun kembali jatuh miskin. Apalagi jika hal itu terjadi pada keluarga kelas menengah ke bawah.
Indonesia dengan daya saing Sumber Daya Manusia (SDM)yang rendah, lapangan kerja begitu terbatas namun dengan gaji/upah yang sangat rendah sangat bertolak belakang dengan mahalnya beaya pendidikan. Bagaimana mungkin karakter bangsa di bangun dari sini ?
Tidakkah akan melahirkan generasi-generasi yang lebih korup ?

Sulitkah PKS Memecat Adang Daradjatun ?

Adang Daradjatun, anggota DPR RI dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), mantan wakil kepala Polri bersikukuh tidak akan memberitahukan keberadaan istrinya Nunun Nurbaeti. Namun Adang Daradjatun mempersilahkan KPK membawa istrinya pulang (25 Mei 2011, Sumber Kompas, Sabtu, 28 Mei 2011).
Nunun Nurbaeti adalah tersangka kasus suap cek perjalanan dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia tahun 2004 yang di menangi Miranda S Goeltom.
Apakah PKS merasa nyaman dengan sepak terjang Adang Daradjatun merahasiakan keberadaan istrinya mati-matian ?
Ini sungguh sagat mencurigakan. Ironis ! Parta Keadilan Sejahtera adalah partai berasaskan Islam. Keadilan adalah salah satu sasaran Islam. PKS dan Adang Daradjatun mestinya menjadi contoh bagi kaum muslim Indonesia dan dunia dalam berkorban membela kebenaran dan menegakkan keadilan meski harus mengorbankan kerabat sendiri.

Allah berfirman :
” Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil.” ( Al Maidah : 8 )

” … Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil kendatipun dia adalah kerabatmu… ” ( Al An’am : 152 )

Jika Parta Keadilan Sejahtera berdiam diri membiarkan Adang Daradjatun merahasiakan keberadaan Nurbaeti, PKS tak ada bedanya dengan Jamaah Islam yang gemar merusak citra Islam dengan membawa kebesaran dan kesucian nama Islam. Cukuplah citra Islam terpuruk akibat perang global terhadap terorisme. PKS sebagai partai berasas Islam janganlah turut memperburuk citra. PKS harus tegas menindak dan memecat anggotanya yang melakukan ” teror, memperkosa dan mengebiri ” nilai-nilai moral dan kebenaran. Tidak cukup keadilan di tegakkan cuma pada Arifinto dan Misbakhun. Tegakkan pada semua anggota dengan adil.

Dari Ibnu Abbas Ra di riwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda :
” Sehari bagi pemimpin yang adil lebih utama daripada ibadah enam puluh tahun, dan hukum yang ditegakkannya di muka bumi dengan benar lebih menyucikan bumi itu daripada hujan selama empat puluh hari. ” (HR. Thabrani)

Dan di riwayatkan Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda :
” Wahai Abu Hurairah, keadilan satu jam lebih utama daripada ibadah enam puluh tahun, sholat malam dan puasa. Dan wahai Abu Hurairah, penyelewengan hukum satu jam lebih pedih dan lebih besar pada pandangan Allah daripada melakukan maksiat enam puluh tahun. “

Jika Saya Sri Sultan Hamengku Buwono X

Warga Yogyakarta yang saya cintai,
Terima kasih saya ucapkan atas kebersamaan kita selama ini. Saya menyadari jaman telah berubah begitupun Yogyakarta yang kita cintai ini. Mulai hari ini saya sudah tidak berhak lagi atas kehidupan warga Yogyakarta. Kalian sudah memilih. Dengan legowo saya terima survei bahwa 71% rakyat Yogyakarta menginginkan pemimpin yang di pilih langsung seperti yang dikatakan pejabat pemerintah. Dengan dasar itulah saya menerima RUU tentang Keistimewaan Yogyakarta sebagai warga biasa di Yogyakarta. Tetapi sebagai Sultan Keraton Yogyakarta yang bermartabat dan memiliki harga diri. Saya tidak dapat menerima menjadi simbol apapun. Yogyakarta tidak memerlukan simbol apapun untuk meneruskan sejarahnya. Mulai hari ini sudah tidak ada lagi Sri Sultan Hamengku Buwono X. Mulai hari ini sudah tidak ada lagi Keraton Yogyakarta. Saya dan semua warga Yogyakarta sama dan sederajat.
Bagi keluarga besar Keraton Yogyakarta, marilah kita tunjukkan pada semua warga Yogyakarta dan seluruh rakyat Indonesia bahwa kita bisa tetap hidup sebagai warga biasa di manapun kita berada. Marilah kita buang jauh-jauh sebutan yang melekat pada kita. Tak ada sebutan Sultan lagi di sini. Tak ada sebutan putra-putri keraton lagi. Tak ada pangeran. Tak ada putri. Tidak ada keraton. Tidak ada kisah Cinderella di sini. Yogyakarta hanya punya rumah biasa-biasa saja dengan kehidupan yang biasa-biasa saja.
Mulai hari ini kita akan belajar seperti warga-warga yang lainnya di seluruh Indonesia yakni menjadi penggemar yang mengidolakan Pangeran William dari Kerajaan Inggris atau bermimpi memiliki menantu pangeran atau bangsawan dari Malaysia.

65th Indonesia’s Independence Day : Between Indonesia and North Korea

Ini adalah masalah bagaimana menjadikan Indonesia sebagai negara yang kuat dan membuat warga bangsanya bangga. Ini masalah besar. Ini masalah dedikasi.
Apa yang kurang dari Indonesia dalam 65 tahun kemerdekaannya ? Lihatlah, sudah berapa juta orang kaum terdidik yang kita kirim ke luar negeri. Mereka adalah warga bangsa yang pandai dan terpilih. Mereka bebas memilih pilihan studi apa saja di luar negeri. Dari tawaran beasiswa dalam dan luar negeri sampai harus studi dengan beaya sendiri. Tak satupun negara yang menolak mahasiswa-mahasiswa kita. Bahkan dari negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Eropa sekalipun. Bahkan mahasisas-mahasiswa yang belajar ke negeri China semakin meningkat.Tapi apa hasilnya ? Bahkan membuat rudal kecil sebesar kaki orang dewasa saja nyasar menghantam rumah penduduk. Membuat tabung gas 3 kg untuk keperluan memasak warganya saja tak becus. Membuat rakyat menderita, cacat seumur hidup bahkan tewas sia-sia. Bangsa Indonesia seperti bangsa yang tak mengenal pendidikan sama sekali. Seperti bangsa primitif yang tak pernah bergaul dengan dunia luar. Indonesia seperti bangsa yang terkucilkan tanpa sadar. Sungguh anehlah Indonesia.
Lihatlah Korea Utara. Di kucilkan seluruh dunia gara-gara PBB yang di sponsori negara barat khususnya Amerika Serikat dan Eropa menganggapnya sebagai negara teroris akibat mengembangkan senjata nuklir. Korea Utara dan rakyatnya benar-benar dalam kondisi “sekarat” akibat sanksi ekonomi. Sahabat mereka satu-satunya adalah China. Tapi lihatlah, Korea Utara mampu membuat rudal berhulu ledak nuklir yang mampu menjangkau Jepang. Lihatlah kandungan teknologi di dalamnya ! Teknologi pembuatan roket yang canggih yang mampu membawa hulu ledak nuklir. Andaikan teknologi pembuatan roket ini dimanfaatkan untuk kepentingan eksplorasi luar angkasa tentu Korea Utara tak akan kesulitan menguasainya, teknologi nuklir yang canggih dengan menguasai teknologi pengayaan uranium untuk bahan baku senjata nuklir, teknologi radar dan telekomunikasi untuk mengendalikan rudal menuju sasaran, dan sebagainya mampu di kuasai oleh rakyat Korea Utara. Bagaimana mereka bisa melakukannya di tengah sanksi dunia ? Di mana mereka belajar teknologi seperti itu di tengah bangsanya yang “ sekarat “ dan terkucil ?
Seperti pepatah mengatakan “ kita akan menjadi jenius ketika kita terpepet “. Apakah Indonesia menanti “terpepet” dulu baru mampu menguasai teknologi super canggih seperti yang terjadi pada Korea Utara ? Itu hanya mimpi ! Karakter bangsa Indonesia sangatlah berbeda. Bahkan di era pendudukan dan saat ini telah membuktikan siapa kita sebenarnya. Apakah bangsa ini sebenarnya tidak layak hidup di Indonesia ?

Dari Selamat Pagi Bupati Ke Selamat Pagi Kebumen

Ganti pemimpin ganti kebijakan. Hal biasa yang sering dijumpai di Indonesia tak terkecuali di Kebumen di bawah Bupati yang baru, H. Buyar Winarso yang di lantik 26 Juli 2010. Setelah berjalan hampir 8 (delapan tahun) acara Selamat Pagi Bupati di Ratih TV Kebumen akan berubah menjadi Selamat Pagi Kebumen. Dalam acara Selamat Pagi Bupati biasanya Bupati yang tiap pagi menjadi narasumber kini dalam acara yang baru Selamat Pagi Kebumen, Bupati akan tampil hanya sekali dalam seminggu. Sementara hari-hari yang lain akan diisi oleh para pejabat terkait, tokoh-tokoh masyarakat dan lain sebagainya. Alasannya agar semua orang bisa muncul di Ratih TV. Alasan yang bagus tapi aneh. Bupati yang baru ini sepertinya tidak ingin diganggu. Ingin menjauh dari rakyat. Tidak mau di repotkan oleh keluhan rakyatnya tiap hari. Pemimpin yang tidak punya niat tulus silaturahmi lebih dekat dengan semua kalangan rakyat Kebumen. Jika Bupati Buyar Winarso ingin menyatukan kembali masyarakatkan Kebumen yang terbagi dua pasca Pemilu Kada seperti yang di katakannya, Selamat Pagi Bupati seharusnya adalah ajang yang tepat untuk mencoba lebih dekat dengan rakyatnya. Mendengarkan apapun keluhan rakyatnya tanpa perlu merendahkan siapapun yang bicara. Apa yang perlu di takutkan jika Bupati hadir setiap hari ? Paling tidak untuk setahun kedepan setelah itu intensitas kehadirannya bisa dikurangi. Memang tidak ada jaminan bahwa kehadiran Bupati setiap hari di acara Selamat Pagi Bupati bisa dekat dengan rakyatnya. Buktinya mesti KH. Nasirudin Al Mansyur sebagai bupati terdahulu berusaha hadir tiap pagi di acara ini, ternyata dalam Pemilu Kada yang lalu kalah dengan Buyar Winarso yang tak pernah di kenal sebelumnya.
Pada mulanya saya berharap acara Selamat Pagi Bupati ini adalah semacam “trade mark” Kabupaten Kebumen yang tak ada duanya di Indonesia bahkan dunia. Seperti halnya manggleng, makanan khas asli Kebumen. Siapapun bupatinya tak akan berubah. Karena tujuannya sangatlah bagus dan mulia. Mungkin Bupati yang baru ini ingin menghapus segala jejak kebijakan Bupati terdahulu. Seperti pepatah Jawa : “ sapa kowe, sapa aku “
Perubahan nama Selamat Pagi Bupati menjadi Selamat Pagi Kebumen memberi sinyal bahwa transparansi, kebebasan mengeluarkan pendapat dan pemimpin yang merakyat hanya akan tinggal kenangan di Kebumen. Ini sungguh ironis, terutama karena partai pengusung H. Buyar Winarso yakni Partai Amanat Nasional, Partai Keadilan Sejahtera, Gerindra, PKNU dan PPP adalah partai reformis.

The Mosquito Evolution Today (Picture)

Mosquito evolution ?

Mosquito Evolution ?

Photo nyamuk ini saya ambil tanggal 12 Mei 2009. Nyamuk yang besar ini saya temukan di rumah saya di Kebumen bersama dengan nyamuk-nyamuk lainnya yang berukuran biasa yang sering kita jumpai di rumah. Pada mulanya saya simpan di bungkus plastik kedap udara beberapa bulan sampai akhirnya saya buang begitu saja.
Nyamuk besar ini sangat istimewa bagi saya, kenapa ? Lingkungan rumah saya bukanlah habitat nyamuk sebesar itu. Karena saya baru 3 kali menemukan nyamuk sebesar itu di rumah saya selama 22 tahun tinggal. Dan itu hanya seekor di antara ratusan nyamuk-nyamuk kecil lainnya yang biasa beterbangan di rumah. Nyamuk yang besar ini sosoknya sangat lemah. Tidak sekuat dan segesit yang kecil.
Pertanyaan saya adalah apakah nyamuk besar ini hasil evolusi dari nyamuk-nyamuk kecil yang biasa kita jumpai terhadap lingkungan perumahan penduduk ?
Bila iya, tentu kita harus waspada dan melakukan penelitian lebih lanjut atas ancaman nyamuk ini.

Berapa Jumlah Ideal Partai Politik Peserta Pemilu ?

Kita bosan dan benci dengan jumlah partai politik yang ada sekarang ini. Apa manfaat dari banyaknya partai politik di Indonesia ? Rakyat sama sekali tak mendapat manfaat apapun. Dalih demokrasi dibalik banyaknya partai politik hanya sebagai kedok orang-orang yang menginginkan keuntungan politik semata. Banyaknya partai politik juga menghambur-hamburkan uang negara. Jadi mari kita desak MPR RI untuk melakukan referendum berapa sebenarnya jumlah ideal partai politik peserta pemilu yang rakyat inginkan. Mari kita kirim petisi sebanyak-banyaknya ke MPR RI dengan menyetujui petisi berikut :

Saya setuju bahwa partai politik peserta pemilu paling sedikit 2 (dua) partai politik dan paling banyak 5 (lima) partai politik saja.

LPG, The Most Danger “Terrorist” In Indonesia

"Terrorist"

Apakah kita bisa berharap bahwa Pertamina memiliki harga diri yang sama dengan perusahaan sekelas Toyota Corp. yang menarik ratusan ribu produk mobilnya yang cacat dari seluruh dunia ? Mungkinkah Pertamina mau menarik tabung gas LPG 3 kg akibat maraknya ledakan penggunaan gas dari tabung LPG 3 kg ini dari seluruh Indonesia untuk pemeriksaan ulang ? Sepertinya itu hanya MIMPI !
Padahal seharusnya demi keselamatan rakyat tak ada alasan apapun untuk menolaknya.
Dari sumber berita Kompas, 29 Mei 2010 melaporkan bahwa korban akibat ledakan tabung gas di Jabodetabek antara bulan April dan Mei dengan total 14 kejadian, 9 orang meninggal, 24 orang luka bakar. Sementara itu di Banyumas, sejumlah agen mengeluhkan banyaknya tabung gas yang bocor. Dari 100 tabung, terdapat 10 tabung yang bocor setelah di test dengan di rendam di drum yang berisi air.
Sungguh orang tak beradab yang hanya bisa menyalahkan rakyat yang dianggap tak bisa menggunakan gas untuk memasak. Jika kompor, regulator, selang dan tabung gas aman dan bagus di pakai untuk memasak tak perlu ada musibah yang mengakibatkan korban jiwa, terluka dan hilangnya harta benda. Seperti yang saya alami sendiri, beberapa kali saya menemukan tabung gas yang terlihat sambungan lasnya yang sangat kasar. Apakah ini tabung illegal ? Regulator yang saya pasang bila tidak pada posisi yang pas, kompor tidak akan menyala. Dan itu membuat saya “penasaran” bak seorang teknisi ahli. Jika saya salah mungkin saja peristiwa ledakan bisa terjadi di rumah. Tapi untunglah sampai saat ini tidak terjadi apa-apa. Seharusnya regulator yang bagus dan aman harus langsung pas dan tidak berubah posisinya ketika di pasang seperti yang selalu terjadi di rumah. Pertamina juga harus menjamin bahwa produk selang yang di pakai tidak mudah bocor dan aman di pakai dalam jangka waktu tertentu, misalnya harus diganti satu tahun sekali. Kompor gas yang di pakai di rumah adalah kompor gas program konversi. Dan itu sering ngadat dan sekali lagi membuat saya bak teknisi untuk memeriksa di bagian mana kerusakannya.
Kompor gas, tabung gas, regulator dan selangnya berbeda dengan kita membeli ban sepeda. Jika kita membeli ban sepeda yang murah tentu akan cepat aus dan bocor. Seharusnya meski LPG 3 kg ini murah dan bersubsidi, mutu dan keamanan produk untuk digunakan haruslah nomor satu di seluruh dunia !
Pertamina, cepatlah berbenah untuk merebut simpati dan kepercayaan konsumen. Konsumen ini bangsa kalian sendiri. Bukankah pasar bebas sudah ada di depan pintu ? Jika kalian ditinggalkan rakyat, Pertamina akan segera tinggal sejarah. Bangsa Indonesia tetap akan menjadi bangsa pecundang. Tunggu apa lagi !

Sri Mulyani, Wanita Hebat Yang Ideal Bagi Keluarga

Sri Mulyani, mantan Menteri Keuangan RI yang tersandung kasus dana talangan Bank Century mengatakan bahwa suami dan anak-anaknya adalah aset yang paling berharga. Benarkah begitu ? Apa yang kurang dari Sri Mulyani sekarang ini ? Sekarang beliau adalah salah satu pejabat penting di World Bank. Sebelumnya dia adalah Menteri Keuangan 2004-2009 dan 2009-2014 meski berhenti di tahun 2010. Sri Mulyani punya segalanya. Pertanyaannya adalah : kenapa Sri Mulyani masih mempertahankan perkawinannya dengan suami ? Bukankah suami Sri Mulyani bukan siapa-siapa ? Suami Sri Mulyani tidak pernah terdengar prestasinya. Benarkah suami Sri Mulyani masih menjadi aset yang berharga baginya ?
Sri Mulyani bertolak belakang dengan kecenderungan wanita sosialita saat ini yang cenderung mendepak suaminya yang tak berprestasi apa-apa di banding dirinya. Sri Mulyani, wanita hebat yang patut di contoh dalam membina keluarga. Suami adalah aset yang paling berharga bagi seorang istri karena cinta pada komitmennya membina keluarga. Semoga tetap setia pada keluarga. Selamat buat Sri Mulyani. Selamat bekerja di World Bank. Sri kapan bali ?

Tell Me, What’s Benefit Of Democracy ?

Pemilu Kada di Kabupaten Kebumen pada 11 April 2010 yang lalu benar-benar mengejutkan.
Ini adalah gabungan kerakusan ambisi para elite politik untuk meraih kekuasaan dan gagalnya pembentukan karakter rakyat yang rasional dan berintegritas. Keduanya sangat tidak sabar dan belum mampu memilih prioritas untuk berkonsentrasi membangun daerahnya mengejar ketertinggalan pembangunan. Kita semua terpukau pada idealisme demokrasi. Seperti melihat indahnya gunung dari kejauhan. Seperti melihat indahnya bulan dari bumi.
Kabupaten Kebumen yang saya cintai ini adalah kabupaten termiskin nomor 3 di Propinsi Jawa Tengah. Pada hari Minggu, tanggal 11 April 2010 melangsungkan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada/Pemilu Kada) untuk memilih pasangan calon bupati dan calon wakil bupati untuk periode 2010 – 2015. Ada 4 (empat) pasangan calon yang maju.
Rasionalkah partai politik mengusung pasangan calon empat pasang ? Mengingat status Kabupaten Kebumen sebagai kabupaten termiskin nomor 3 di Propinsi Jawa Tengah ? Tentu ada beaya lebih untuk mempersiapkan anggaran apalagi Pemilu Kada putaran ke 2 kemungkinan besar terjadi. Apakah idealisme demokrasi lebih penting meski harus menghambur-hamburkan uang sementara daerah ini miskin dan sulit berkembang ? Kenapa para elit politik tidak bisa menahan diri dan mengajukan maksimal 3 pasang calon saja agar syarat perolehan suara lebih dari 30% untuk memenangkan Pemilu Kada dapat tercapai dalam satu putaran saja ? Partai politik bisa melakukan hal itu jika mereka lebih mengedepankan sikap kenegarawanan dan mementingkan nasib rakyat.
Yang lebih membuat kita prihatin adalah kenyataan di lapangan dimana rakyat di gempur habis-habisan dengan praktek politik uang atau money politik. Rakyat dianggap sebagai pengemis. Benarka rakyat pantas di beli dengan selembar uang Rp. 5000,- atau Rp. 10.000,- untuk mencoblos gambar yang diinginkan di TPS ? Kenapa para calon pemimpin ini tega membeli harga diri rakyatnya ? Kenapa rakyat kita begitu mudah menjual harga dirinya ?

Berikut ini adalah nama-nama pasangan calon bupati/wakil bupati yang maju pada Pemilu Kada di Kabupaten Kebumen yang telah dilaksanakan pada Minggu, 11 April 2010. KPUD Kab. Kebumen telah melakukan rekapitulasi akhir surat suara dengan hasil sebagai berikut

Pasangan Calon No. 1 :
Di usung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Pasangan Calon No. 1

Calon Bupati/Wakil Bupati


Calon Bupati :
Nama : H. Rustriyanto, SH
Tempat dan Tanggal Lahir : Kebumen, 08 Februari 1968
Pekerjaan : Wakil Bupati incumbent
Pengalaman Organisasi : PDI Perjuangan

Calon Wakil Bupati :
Nama : dr. Hj. Y. Rini K, M.Kes
Tempat dan Tanggal Lahir : Kulon Progo, 17 Desember 1962
Pekerjaan : PNS (Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kebumen

PEROLEHAN SUARA : 114.437 (19,33%)

Pasangan Calon No. 2 :
Di usung oleh Partai Demokrat.

Pasangan Calon No. 2

Calon Bupati/Calon Wakil Bupati


Calon Bupati :
Nama : KH. M. Nashiruddin Al Mansyur
Tempat dan Tanggal Lahir : Kebumen, 10 Oktober 1961
Pekerjaan : Wakil Bupati Kebumen (2000 – 2008)
Bupati Kebumen (2005 – 2010)

Calon Wakil Bupati :
Nama : H. Probo Indartono, SE, MSi
Tempat dan Tanggal Lahir : Kebumen, 19 Mei 1970
Pekerjaan : Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Kebumen (2009 – 2014)
Ketua DPRD Kabupaten Kebumen (2004 – 2009)
Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Kebumen (1999 – 2004)

PEROLEHAN SUARA : 163.954 (27,52%)

Pasangan Calon No. 3 :
Di usung oleh PAN, PPP, Gerindra

Pasangan Calon No. 3

Calon Bupati/Wakil Bupati


Calon Bupati :
Nama : H. Buyar Winarso, SE
Tempat dan Tanggal Lahir : Kebumen, 23 September 1963
Pekerjaan : Dirut/Pemilik PT Global Access (Tour & Travel) (2006 – sekarang)
Dirut/Pemilik Global Education Center (2008 – sekarang)
Ketua Yayasan/Pemilik Perguruan Global Islamic School (2002 – sekarang)
Dirut/Pemilik PT Bumenjaya Duta Putra (1995 – sekarang)
Dan lain-lain

Calon Wakil Bupati :
Nama : Duwarni, Amd.Pd
Tempat dan Tanggal Lahir : Pemalang, 11 Oktober 1961
Pekerjaan : PNS, Guru SMP Negeri 2 Gombong (1990 – sekarang)
Guru SMP Negeri 3 Adiwerna, Tegal (1985 – 1990)
Guru SMP Negeri 1 Pemalang (1982 – 1985)

PEROLEHAN SUARA : 174.163 (29,41%)

Pasangan Calon No. 4 :
Di usung oleh Partai Golkar, PKS, Hanura, PPRN, PKPB, PDP

Pasangan Calon No. 4

Calon Bupati/Wakil Bupati


Calon Bupati :
Nama : Drs. H. Poniman Kasturo
Tempat dan Tanggal Lahir : Kebumen, 4 Desember 1963
Pekerjaan : Ketua KONI Kabupaten Kebumen
Dirut PT. Widya Jaya Sentosa Group
Komisaris Utama PT Rahmat Jaya Sentosa
Komisaris Utama PT. Akasa Cubik Indonesia
Dan lain-lain.
Calon Wakil Bupati :
Nama : Nur Afifatul Khoeriyah
Tempat dan Tanggal Lahir : Kebumen, 30 Oktober 1977
Pekerjaan : Wirausaha
Bendahara Koperasi Ponpes Darussalam Petanahan
Ketua Persatuan Perempuan PKB Petanahan

PEROLEHAN SUARA : 140.614 (23,75%0

KPUD Kabupaten Kebumen memberi waktu 3 hari untuk menyampaikan keberatan ke Mahkamah Konstitusi. Jika tidak ada, pada Jumat, tanggal 23 April 2010 KPUD akan menetapkan calon terpilih. Jika tidak ada calon yang meraih suara lebih dari 30% maka akan diadakan Pemilu Kada putaran ke 2 pada tanggal 18 Juni 2010.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.