Data Kasus Bunuh Diri 2015 – 2016 Di Kebumen, Jawa Tengah

Kebumen dalam keadaan darurat ! Kondisi Kabupaten Kebumen yang tenang ternyata menyimpan keprihatinan yang sangat mendalam. Tragedi kemanusiaan yang mengenaskan tiba-tiba mencuat bergiliran ke permukaan dan seharusnya menjadi perhatian serius kita bersama.

Berikut ini adalah kasus bunuh diri yang tiba-tiba bermunculan. Mereka ternyata lebih suka mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Cara yang sangat murah dan praktis :

Data Kasus Bunuh Diri Tahun 2015 – 2016 Di Kebumen, Jawa Tengah

Tahun 2015
===================================================================
1.Tanggal 10 Januari 2015, Slamet Sugiono, warga Desa Logede, Kecamatan Pejagoan mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.

2.Tanggal 10 Januari 2015, Tuban bin Kartaeja (41thn), warga Desa Sukomulyo, Kecamatan Rowokele juga mengakhiri hidup di dunia yang indah ini dengan cara gantung diri.

3.Tanggal 20 Maret 2015, Nur Habib (25thn), warga Dukuh RT 2 RW 6 Desa Kedawung, Kecamatan Pejagoan, tewas gantung diri menggunakan tambang plastik di dapur rumahnya.

4.Tanggal 10 April 2015, Akhmad Yakin (70thn), warga Desa Trisnorejo RT 01 RW 03, Kecamatan Petanahan ditemukan tewas gantung diri di teras rumahnya.

5.Tanggal 27 Agustus 2015, Margono (50thn), warga RT 6 RW 2 Desa Kalijirek, Kecamatan Kebumen juga ditemukan tewas gantung diri.
===================================================================

Tahun 2016
===================================================================
1.Tanggal 23 Januari 2016, Sunarto (63thn), pensiunan pegawai Kejaksaan, warga jalan Tanimbar No 36B RT 5 RW 3 Kelurahan Bumirejo, Kecamatan Kebumen ditemukan gantung diri di rumah kosnya.

2.Tanggal .. Februari 2016, Salimun (43thn), warga RT 1 RW 5 Desa Tambak Agung, Kecamatan Klirong ditemukan tewas tergantung di pohon melinjo di belakang rumah tetangganya.

3.Tanggal 24 Maret 2016, Alfin Mubarok (16thn), warga RT 01 RW 03 Desa Tegal Retno, Kecamatan Petanahan tewas gantung diri di dapur rumahnya.

4.Tanggal … April 2016, Sartiyah (37thn), pedagang, warga RT 09 RW 6 Desa Giyanti, Kecamatan Rowokele tewas gantung diri. Di duga frustasi masalah ekonomi.

5.Tanggal 08 Mei 2016, Minggu, Siswanto (31thn), warga RT 5 RW 5 Dukuh Legok, Desa Purbowangi, Kecamatan Buayan di temukan tewas gantung diri. Di duga alas an ekonomi.

6.Tanggal 09 Mei 2016, Senin, Trimoyo (33thn), warga RT 01 RW 05 Dukuh Cengkek, Desa Pohkumbang, Kecamatan Karanganyar mengakhiri hidupnya gantung diri dengan seutas kabel listrik. Di duga frustasi bercerai dengan istrinya Umi Nuravia Jamin (23thn)

7.Tanggal 22 Mei 2016, Minggu, Inisial DK (51th), seorang guru PNS, warga Kecamatan Kuwarasan di temukan tewas dengan sarung melilit di lehernya. Di duga gantung diri karena terlilit hutang.

8.Tanggal 13 Juni 2016, Selasa, Siti Muemunah, seorang ibu muda warga RT 2 RW 2 Desa Bocor, Kecamatan Buluspesantren di temukan tewas gantung diri.

9.Tanggal 23 Juni 2016, Kamis, Teguh Waluyo (34thn), warga RT 4 RW 1 Desa Kebulusan, Kecamatan Pejagoan di temukan tetangga korban Tri Pujiati (29) telah terbujur kaku tergantung di pelepah pohon kelapa di halaman belakang rumah miliknya. Korban dikenal alami gangguan jiwa.

10.Tanggal 05 Agustus 2016, Jumat, Yuli Ariawan (26thn), warga Desa Wero, Kecamatan Gombong di temukan tergantung dengan seutas tali yang di lilitkan di ventilasi udara kamar nomor 13 Rumah Tahanan (Rutan) Kebumen pukul 6 pagi. Korban di duga depresi. Korban yang merupakan tahanan titipan dari Polsek Gombong adalah tersangka kasus pencurian sepeda motor milik teman facebooknya.

Sumber : Kebumen Ekspres

BABAD KERATON YOGYAKARTA GKR PEMBAYUN

               Atas rahmat Allah SWT yang telah memberikan bisikan atau ilham sehingga tulisan ini berhasil di wujudkan. Segala hal dan pihak-pihak yang merasa tersinggung dengan tulisan ini saya serahkan kepada Allah SWT.  Berikut saya sampaikan ilham dari Allah SWT :

               Keduanya berjalan perlahan, Gusti Kanjeng Ratu Pembayun dan sang Dewi, sekian lama mereka bertemu, Gusti Kanjeng Ratu Pembayun tiada jelas melihat, kepada wujud Ratu Wanita, tadi terlihat bagai wanita tua. Sekejap nanti Dyah Ayu wujudnya berubah, kembali terlihat sangat menarik hati, Gusti Kanjeng Ratu Pembayun terpesona dalam hati, menyaksikan wujud bagaikan Dewi Ratih, senantiasa saling mencuri pandang, antara Gusti Kanjeng Ratu Pembayun dan Sang Dewi. Sesampanya di istana, Ratu Wanita dan Gusti Kanjeng Ratu Pembayun, saling melepas genggaman tangan lantas duduk, naik di atas ranjang keemasan, Jeng Ratu menggeliat, Gusti Kanjeng Ratu Pembayun terus melirik. Kepada wujud Jeng Ratu, terpikat dalam hati, mendadak teringat, jikalau Ratu Wanita bukanlah sejenis manusia, seketika dialihkannya perhatian untuk melepaskan diri dari hasrat, dengan berkeliling melihat-lihat keasrian istana. Mendapati pemandangan asri, sebuah ranjang kencana berasal dari jaman dulu, saat terjadi perebutan, antara Gathutkaca dan Kera Putih, berkelahi di angkasa, ranjang terlempar ke samudera. Jatuh di tengah-tengah samudera raya, yang dikuasai oleh Jin, tampak juga halaman yang tertata asri, yang ditebarani intan indah dan megah, biduri mutiara merah delima, emas dan jamrud berwarna-warni. Lantainya-pun dihiasi, dengan emas yang dibuat begitu indah, dan diselingi hiasan dari kencana, serta ditambah perak putih dipinggirnya, dibentuk berwujud bunga-bunga mekar, indah terukir gemerlap. Terlihat sejuk berkilauan, hiasan ranjang tersebut, sinarnya menggapai angkasa, gemerlapnya hiasan megah, membuat redup cahaya matahari, tersaingi keindahan istana. Gapuranya besar dan tinggi, puncaknya berhias intan yang indah, bersinar memancarkan cahaya, bagai sinar matahari, jika malam seperti siang, siang maupun malam tiada beda.

Cukup sudah menikmati keindahan istana, nampak Gusti Kanjeng Ratu Pembayun, terus dikuntit Sang Ratu Wanita, yang tidak mau berjauhan terus mengikut dibelakang, tak mau berpisah bagai pasangan abadi, Sang Ratu Wanita berbuat demikian agar supaya mendapatkan cinta.

Apabila diperhatikan wajah Sang Ratu, sudah berubah bagai seorang hapsari surga, sudah benar-benar bagai Sang Dyah Wilutama, seperti cahaya manakala disaksikan, dan setiap gerakannya sangat memikat birahi, kecantikannya benar-benar menawan hati.

Kesaktian Sang Ratu dalam merubah wujud, sehari mampu berubah wujud tujuh kali, kecantikannya tiada cacat, kadang terlihat sangat-sangat tua, manakala muncul matahari, terlihat Sang Dyah bagai perawan suci. Apabila tengah memberi perintah, menakutkan bagaikan seorang janda yang kehilangan anaknya karena mati, ketika menjelang pagi hari, wujud seperti bidadari, saat matahari sepenggalah bagai putri Dyah dari Kerajaan Ngurawan, seorang pemudi yang tetap cantik walau sedang bersusah hati. Ketika menjelang tengah hari Sang Kusuma Ayu , mirip putri dari kKerajaan Kedhiri, ketika matahari condong ke barat bagai Dewi Banowati, ketika menjelang asar bagai Dewi Ratih, genap tujuh kali sehari, apabila malam hari sangat-sangat tua sekali. Dan lagi dianugerahi kesaktiaan yang lebih, melebihi sesama Jin, mampu merubah diri seribu wujud, berwujud laki-laki pun bisa, oleh karenanya disegani diseluruh dunia, karena sangat saktinya Sang Dewi.

Siapa yang tidak tunduk, seluruh mahluk halus di pulau Jawa, para Raja-nya sudah takluk semua, kepada Ratu Kidul menganggap orang tua, ditakuti dicintai dan menjadi tempat mengabdi, diberi persembahan setiap tahun. Penguasa Gunung Merapi dan Gunung Lawu, tunduk kepada Penguasa Samudera, Penguasa Pace dan Nglodhaya, Penguasa Gunung Kelut dan Gunung Wilis, Penguasa Tuk Sanga dan Bledug, bahkan Ratu Kuwu pun mengabdi. Penguasaa Wringin Pitu dan Wringin Rubuh, Penguasa Wringin Uwok dan Wringin Putih, yang berada di Landheyan dan Hutan Roban, semua telah takluk kepada Penguasa Samudera, Penguasa Kabareyan Penguasa Tegal Layang, Penguasa di Pacitan dan Penguasa Kahyangan Dlepih. Merata yang ada di seluruh Jawa, para Raja dari dhemit (mahluk halus), semua menghaturkan persembahan pengabdian, hanya daerah Galuh yang tidak takluk, karena dikuasai Kerajaan Guwatrusan, yang diperintah oleh Raja Krendhawahana.

Dyah Ratu Kidul, bersama Gusti Kanjeng Ratu Pembayun, tengah menikmati makan bersama, dihidangkan juga minuman keras dan minuman yang manis, yang melayannya adalahi para wanita cantik, lengkap dengan busana mereka yang indah. Para penari bedhaya maju kedepan, alunan gending Semang berbunyi nyaring, membuat terhanyut perasaan bagi yang melihat, gemulai tarian menawan hati, banyak macam gerak tarian, berbagai tarian yang indah semua. Gusti Kanjeng Ratu Pembayun terpesona melihatnya, melihat gerakan Dyah yang tengah ikut menari, gerakannya menyatu seiringin alunan gamelan, ditambah untaian merdu bunyi gamelan yang menentramkan hati, hingga lama terpesona, melihat wujud para Dyah yang cantik-cantik. Tiada lagi yang diingini, hanya Ratu Wanita semata, hasrat hati semakin membara, karena hanya Sang Dyah yang paling cantik, dibandingkan dengan para penari yang lain, cahayanya bagaikan cahaya emas yang murni.

Hasrat hati coba untuk dia tutupi, tiada begitu mengumbar tatapan mata, tiada henti terus menahan hasrat, demikianlah Gusti Kanjeng Ratu Pembayun, terus mengingatkan diri bahwa bukan dari jenis manusia, sesungguhnya Dyah Ratu itu adalah sebangsa Jin. Teringat seketika, keinginannya yang semakin menjadi, tidak akan terlaksana kehendaknya untuk menguasai dunia jika dia tetap berada di istana ini, akan tetapi Ratu Wanita bisa membaca, apa yang tengah dipikirkan Gusti Kanjeng Ratu Pembayun.

Gusti Kanjeng Ratu Pembayun agar supaya melupakan negaranya, dan kerasan tinggal didalam samudera. Terlontar senyum Sang Dewi, sembari menundukkan kepala seolah tiada peduli, namun sesungguhnya hati Gusti Kanjeng Ratu Pembayun tergetar dibuatnya. Mendapati lirikan manja Ratu Kidul, berdebar tiada menentu hatinya, lantas berkata pelan, Duh cantik sesungguhnya keinginanku sekarang, sudah terlalu lama aku menyaksikan, keindahan istana ini. Akan tetapi tempat tidurmu aku belum melihatnya, bagaimanakah wujudnya? Sang Ratu Kidul menjawab,  “Tidak bagus wujudnya, jika ingin melihat silakan, karena sesungguhnya ranjang tersebut tiada yang memiliki, selama ini saya bagaikan sekedar menjadi penjaga ranjang semata.”

Segera mereka beranjak bersama, Gusti Kanjeng Ratu Pembayun dan sang Ratu Dewi, masuk ke tempat tidur yang nyaman, keduanya pelahan duduk, diatas permadani yang indah, Gusti Kanjeng Ratu Pembayun kagum melihatnya. Bermacam-macan hiasan Sri Kumendhung terpajang, sungguh bagai surga yang berpindah tempat (ke bumi), Sang Dyah berkata kepada Gusti Kanjeng Ratu Pembayun, Inilah keadaannya, tempat tidur seorang janda yang kesepian, sunyi seolah tiada yang memiliki. Gusti Kanjeng Ratu Pembayun tersenyum bisiknya manis,  “ Kamu terlalu merendah sayang, kamu bilang dirimu seorang janda, padahal sesungguhnya lebih dari itu, seluruh istana para Raja, tiada menandingi istanamu. Bahkan hiasan Sri Kumendhung, baru kali ini aku melihatnya, ditambah tempat tidur yang sangat indah, sesuai benar dengan pemiliknya, sangat cantik dan sangat menarik, sungguh pandai sekali kamu menatanya. Menjadi malas aku untuk pulang, ke negeri Mataram, terpesona setelah menyaksikan istana, tapi kekuranganmu hanya satu, istana seindah ini tiada seorang pria-pun yang mendampingimu, apabila memiliki seorang pria pendamping itu lebih bagus lagi. Seorang wanita yang cantik, seharusnya didampingi oleh laki-laki yang tampan, yang setia dan bisa membimbing seorang istri, sedang sang wanita patuh kepada suami, dan suka memiliki banyak anak. “ Gusti Kanjeng Ratu Pembayun dilirik tajam dengan lirikan manja.

Sang Dyah lantas sengaja duduk dengan menundukkan kepala, sembari tersenyum ujarnya lembut, “ Lebih baik tidak ada lelaki, apa keuntungannya menikah dengan lelaki ? Lebih enak merawat diri sendiri, tidak ada yang membuat kerepotan. Lebih enak tidur bergulingan, diatas ranjang dengan hanya ditemani guling, dan tidak harus dilayani melayani siapapun. “

Gusti Kanjeng Ratu Pembayun tersenyum dan berkata, “ Benar apa yang kamu katakan, memang lebih enak sendirian. Hanya yang membuat aku menjadi heran, ada seorang yang tengah sendirian ditepi pantai, seorang wanita yang sangat menghiba hati, tengah berjalan menghibur diri dipinggir pantai, malahan digandeng dengan paksa, dibawa mampir ke dalam istana. “

Kanjeng Ratu Kidul malu mendengar ucapan tersebut, benar-benar mengena dihatinya, seketika dicubitnya Gusti Kanjeng Ratu Pembayun, melirik manja sembari tersenyum dan tak dapat berkata apa-apa, Gusti Kanjeng Ratu Pembayun terpikat hatinya, lantas berucap lirih, “ Lebih gampangnya oh permata hatiku, kedatanganku di tengah samudera ini, karena aku tengah menderita sakit, sudah lama tak mendapatkan obat, bagaimana caranya, mengobati sakit cinta? Berkeliling dunia aku telah berusaha, mencari obat penyembuh, tiada lain hanya engkau oh permataku, yang pantas disebut sang tabib, karena mampu mengobati sakit cintaku, dengan kasih tulusmu kepadaku. “

Sang Dyah sengaja cemberut, tahu maksud Gusti Kanjeng Ratu Pembayun, tahu watak wanita Jawa yang suka bermani-manis merayu, dalam hati Sang Dewi berkata, ” Ini orang hanya bermanis-manis dimulut saja, perkiraanku pasti tidak salah. Meminta obat katanya? Padahal bukan sakit cinta maksud dia sesungguhnya, tapi sakit karena berkeinginan besar untuk menjadi seorang Ratu, segan karena harus berhadapan dengan para sesepuh dan tradisi yang sudah ratusan berjalan, yang sudah menganggap wanita tidak berhak menjadi penguasa di Mataram. “

Akhirnya Ratu Kidul berkata, “ Apa kekurangan dari Gusti Kanjeng Ratu Pembayun, yang duduk di Mataram, sehingga harus berkelana ditepian samudera, tidak bisa aku memberikan obat penyembuh, kepada yang tengah sakit hatinya. Sungguh saya bukan dukun, api cinta dalam hati, tidak akan menyebabkan kematian bukan? Bukankah Gusti Kanjeng Ratu Pembayun bakal menjadi Ratu Keraton Ngayogyakarta selanjutnya ? Selama ini dalam kesendirian saya, memang ingin memiliki seorang suami, yang bisa membantu mengabdikan diri kepada kerajaan di Laut Selatan ini, bagaimanapun juga pengabdian seorang wanita sebagai Ratu, tak akan mampu menyamai seorang pria, karena terjerat oleh kemben busana kewanitaannya. Namun apabila memang dibutuhkan serta diijinkan mendampingi, maka saya rela melayani Gusti Kanjeng Ratu Pembayun dari Mataram. Keadaan jaman sudah berubah. Sesama wanita tentu lebih mengerti yang diinginkan luar dalam. “

Semakin tak bisa menahan hasrat, digenggamnya tangan Sang Dyah dengan lembut.   “  Jari jemari hamba kecil dan rapuh bagai daun kelor, kalau sampai putus siapa yang akan mengganti, walaupun Manusia Agung dari Mataram, tidak akan mungkin bisa menciptakan jari-jemari, “ ujar Ratu Kidul. Gusti Kanjeng Ratu Pembayun tersenyum pelan bisiknya, “ Jangan marah cantik. Aku menggenggam tanganmu, jangan salah sangka, hanya ingin melihat cincin yang kamu kenakan. “ Ratu Dyah berkata lirih, “ Kalau memang hanya ingin melihat cincin yang hamba kenakan, dari kejauhan sebetulnya bisa kan? Pasti Kanjeng Ratu berbohong, hanya berpura-pura menggenggam jari, padahal menginginkan sesuatu yang lain, terlihat jelas gemetaran, sebelum terlanjur jauh, berikanlah hamba janji cinta yang bisa meyakinkan hamba. “

Gusti Kanjeng Ratu Pembayun tersenyum lantas bernyanyi, suaranya merayu merdu menghanyutkan hati, Ratu Wanita terpikat kepada sang Gusti Kanjeng Ratu Pembayun. Cintanya meluap, senyum manisnya memabukkan, Gusti Kanjeng Ratu Pembayun luluh hatinya.

Ratu Wanita dari Laut Kidul ditarik lembut, dipangku dengan mesranya, Sang Dyah tidak menolak, apa yang diinginkan hati Gusti Kanjeng Ratu Pembayun hasrat alami seluruh makhluk, yang diimpikan sekarang terwujud. Bagaikan keinginan Sang Hyang Wiku, yang menguasai seluruh alam, begitulah Gusti Kanjeng Ratu Pembayun tiada yang bisa menghalangi kehendaknya, terhanyut kecantikan Ratu Wanita, terus ditatapnya dia yang ada dipangkuan, bagai melihat boneka cantik yang indah. Digandengnya menuju ketempat tidur, ditutuplah kelambu, sang Gusti Kanjeng Ratu Pembayun melepaskan hasrat, bagaikan kumbang, yang menikmati bunga yang tengah mekar, menikmati sari yang berada ditengah kuncup kelopak bunga gading.

Jin Perayangan dan Makhluk halus, diluar berebut ingin mengintip, ingin melihat Gusti-nya yang tengah memadu hati, terdengar suara mereka berbisik berisik, ketika Sang Dyah terkena senjata, tak terasa merintih mengaduh lirih.

Terkejut kesakitan manakala tertimpa hasrat, Sang Dyah pecahlah mahkotanya, menyemburat membasahi tempat tidur, berpautan erat jatuhlah sari-sari kenikmatan, tercium bau wangi membersit, mengiringi pecahnya mahkota penguasa istana samudera.

Maka terbaring lemaslah Sang Dyah diatas ranjang wangi, seolah tanpa kekuatan, Gusti Kanjeng Ratu Pembayun iba melihatnya, dipeluknya Sang Dyah, dibopong menuju tempat mandi, sehabis mandi keduanya duduk berdampingan.

Sang Dyah tiduran diatas pangkuan sang Gusti Kanjeng Ratu Pembayun, tiada henti-henti terus dicium, oleh Gusti Kanjeng Ratu Pembayun, mengerang mendesis Sang Retna Adi , berpelukan erat keduanya, dipenuhi kenikmatan asmara yang indah.

Singkat diceritakan, kedua insan yang tengah memadu hasrat, hingga sampai tujuh hari, keberadaan Gusti Kanjeng Ratu Pembayun didalam samudera, genap tujuh hari berkehendak untuk pulang, kembali ke negara Mataram, Keraton Ngayogyakarta.

Gusti Kanjeng Ratu Pembayun bersabda dengan berat hati, “ Aduh Gusti Ayu, emas merahku, semoga kamu senantiasa bahagia, aku pamit hendak pulang ke Mataram, sudah terlampau lama berada di istana samudera, pastilah aku dinanti-nantikan. Oleh rakyatku di Mataram. “ Ratu Wanita begitu mendengar, bahwa Gusti Kanjeng Ratu Pembayun berpamitan hendak pulang ke negerinya, seketika meluap kesedihannya, air matanya keluar deras. Belum puas hasrat hati, kepada kekasih hati yang dicintainya, segera beranjak pelan dari pangkuan, berat dia berkata, “ Betapa indah rasanya, apabila cinta bisa berimbang saling memberi. Cinta ini akan terasa lebih sempurna, apabila aku bisa memenuhi, dan memberikan apapun yang dikehendaki, pasti akan berguna apabila aku bisa membantu. “

Gusti Kanjeng Ratu Pembayun menyadari apabila Sang Ratu Kidul tengah berniat dalam hati untuk membantunya, hal itu tampak dari ucapannya. Pelan-pelan melepas kain setagen (, berhias bunga-bunga emas, Sang Dyah segera dipeluk, dibawa berkeliling, menikmati indahnya taman, sembari terlantun kidung Mijil. “Aduh emas merahku janganlah gundah dihati, buktikanlah, aku tidak akan lupa kepadamu, dari hidup sampai mati, pengabdian cintaku, tulus dan murni. Walaupun aku punya suami, besarnya cintaku hanya untukmu, yang menjadi cinta utamaku, hanya kamu Gusti Ayu, aku benar-benar tergila-gila. Tidakkah kau rasakan besarnya hasratku diatas ranjang kepadamu, tak lepas-lepas aku memangkumu, hanya saja aku meminta buktikan cintamu, pastilah aku akan tetap menderita sakit, yang tak mendapatkan penyembuhan, hanya kamu obat penyembuhku. Lenyapkanlah gundahnya hati yang menderita, sungguh aku nantikan, walau harus aku menunggu disini, aku akan melakukannya, akan tetapi bagaimana  dengan para rakyatku ? “

Bagaikan tertusuk jarum pemintal hati Ratu Wanita, terperangah oleh kata-kata, ucapan Gusti Kanjeng Ratu Pembayun yang manis, merebaklah cinta Sang Dewi sepenuhnya, kepada Gusti Kanjeng Ratu Pembayun. Pelahan dia berkata, “ Turunkan aku Pangeran. “ Sang Dewi telah turun dari pangkuan, pelan duduk berjajar, berkata lagi Sang Dyah kepada Gusti Kanjeng Ratu Pembayun, “ Mohon maafkan hamba karena telah berani.  Tiada lain permintaan hamba, hanyalah kesungguhan cinta, jangan sampai terputus hingga anak cucu Gusti Kanjeng Ratu Pembayun, seterusnya menjadi kekasihku. “

Gusti Kanjeng Ratu Pembayun memeluk sembari berkata, dan memangku kembali, ” Baiklah emas merahku janganlah ragu, kelak pasti akan terjadi. “   Sang Dyah berkata, “ Terima kasih Gusti Kanjeng Ratu Pembayun apabila tengah menghadapi bahaya, ditengah peperangan, agar  supaya saya bisa secepatnya membantu. “

Sang Dyah mendekatkan wajahnya kepada Gusti Kanjeng Ratu Pembayun sembari pelan memberikan petunjuk, sebagai akhir pertemuan mereka, “ Bersendekaplah sembari menahan nafas, jejakan kaki ketanah sebanyak tiga kali, pastilah hamba akan datang, bersama para prajurid makhluk halus. “

Gusti Kanjeng Ratu Pembayun telah memahami semua petunjuk, setelah itu Sang Dewi, memeluk erat-erat Gusti Kanjeng Ratu Pembayun. “ Aduh Gusti Kanjeng Ratu Pembayun jika bersedia, memenuhi permintaan hamba, tundalah kepulangan Gusti, menurut hamba belum saatnya, bagaimana dengan saya nanti, apabila paduka pulang sekarang? “

“ Aduh emas merahku, cinta kasihku sudah jelas kamu buktikan, bahkan petunjukmu telah aku terima, bagaimanapun juga aku memaksakan diri untuk pamit, berpisah dengan engkau emas merahku. Jangan tersedihkan oleh karena rindu emas merahku, relakanlah aku, pulang ke Kerajaan Mataram, tidak akan lama aku pasti kembali, ke Istana Samudera, menemui engkau oh emasku. Sungguh sebenarnya tidak tahan aku, berpisah dengan emasku, hanya karena berat tanggung jawab seorang Ratu yang memiliki rakyat. “ Sang Dyah menjatuhkan kepala ke pangkuan dan berkata, “ Jangan terlalu lama oh Gusti Kanjeng Ratu Pembayun, segeralah kembali.

Dan pada akhirnya waktu perpisahan tiba, segera keluar Gusti Kanjeng Ratu Pembayun, Ratu Kidul melepas kepulangannya, beriringan sembari bergandeng tangan, tiba di Srimenganti, segera Gusti Kanjeng Ratu Pembayun berkata manis, “ Sudah cukup aku terima bakti cintamu kekasihku, dengan mengantarkan kepergianku, sebelum berpisah aku minta bukti cintamu sekali lagi, sebagai tumbal terampuh untuk mengobati kerinduanku. “ Sang Dyah menuruti, permintaan Gusti Kanjeng Ratu Pembayun. Segera pasrah menyediakan bibir indahnya, bertaut bibir dan gigi pelan, gemas digigit bibir ranumnya, Sang Dyah terkejut namun segera membalas ciuman, selesailah yang tengah dimabuk cinta, lantas berpisah.

Gusti Kanjeng Ratu Pembayun telah sampai diluar, istana Sang Awet Muda Kangjeng Ratu Kidul, sirna seketika wujud istana dan berganti samudera, Gusti Kanjeng Ratu Pembayun saat menapaki air laut, bagaikan berjalan ditanah rata, dia berjalan terus. Sesampainya Gusti Kanjeng Ratu Pembayun dipesisir pantai, waspada seketika, manakala melihat siapa yang tengah bertafakur di pantai Parangtritis, jelas terlihat adalah Sang Rama , tak lain adalah Sultan Hamengkubawono. Cepat Gusti Kanjeng Ratu Pembayun berlari, mendekati Sang Rama yang mulia, bersujud dikakinya, lantas mencium tangan. Selesai berbakti, segera duduk bersila takjim.

Setelah itu segera beranjak pulang kedua priyayi (bangsawan) agung, sepanjang jalan Sultan terus menasehati, “ Aku tidak bermaksud menghalangi anakku, kedekatanmu, dengan Ratu Wanita, sesame wanita saling berkasih mesra seperti pasangan suami istri, terserahlah kepadamu, sesungguhnya sudah benar apa yang kamu lakukan sebagai seorang Ratu, namun aku menyarankan, sebatas pertemanan saja antara dua orang Penguasa berbeda alam, sebab dialah yang menjaga pulau Jawa, tak ada salahnya jika dimintai bantuan. Marilah kita pulang ke Mataram, aku ingin mampir sejenak ke istanamu, setelah itu keduanya mempercepat jalan masing-masing, Sultan Hamengkubawono diiringi Gusti Kanjeng Ratu Pembayun, jalannya secepat kilat, hanya sekejap saja sudah sampai.

Kebumen Ing Soroting Rembulan, 06 Mei 2015

Andai Aku Menjadi Ketua KPK

Dasar Negara Indonesia adalah Pancasila. Sila pertama berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa. Sila artinya dasar. Itu jelas berarti bahwa Negara Indonesia salah satunya berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Oleh karenanya seharusnyalah agama dan kepercayaan di anut oleh warga negara Indonesia tanpa kecuali.
Lalu jika orang melakukan korupsi meski agama menharamkannya apa tindakan kita ? Sebagai Ketua KPK dengan tegas dan jelas saya menyebut orang itu sebagai anti Pancasila, anti agama dan anti Tuhan. Tindakannya melakukan korupsi telah dengan sengaja melemahkan sendi-sendi dasar Negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila. Mereka subversif !
Bahasa-bahasa slogan seperti itu harus sering digunakan agar masyarakat mudah mengenalinya. KPK harus terus menggali bahasa-bahasa komunikasi yang efektif untuk menimbulkan efek malu. Seperti misalnya menyindir sebuah bahasa slogan kampanye partai politik yang banyak tersandung kasus korupsi :
“Katakan Tidak Pada(hal) Korupsi”
Memang memimpikan Indonesia benar-benar bersih dari korupsi dengan mengandalkan kerja dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hanyalah sebuah mimpi buruk. Bahkan meskipun KPK adalah lembaga super sekalipun. Indonesia terlalu luas untuk di tangani dan di jangkau KPK. Korupsi harus menjadi musuh bersama. Menjadi musuh masyarakat nomer wahid alias number one public enemy. Oleh karena itu KPK merasa perlu bekerja sama dengan berbagai unsur masyarakat terutama dunia pendidikan. Di sini KPK mencoba membangun karakter bangsa Indonesia yang anti korupsi sebagai sebuah budaya.
Adakah yang salah dari karaker bangsa kita ?
Saya ingin berkaca pada diri sendiri sebagai orang Jawa. Di film Indonesia atau sinetron saya tidak merasa aneh jika orang Jawa selalu di gambarkan sebagai pembantu. Tapi rasanya aneh jika melihat ada orang Jawa korupsi. Orang Jawa kok korupsi !
Orang Jawa pasti tahu istilah samadya yang berarti biasa-biasa saja atau sederhana. Atau istilah narima ing pandum yang berarti ikhlas menerima yang seharusnya menjadi bagiannya. Orang Jawa yang korupsi seperti mengkhianati dirinya sendiri. Orang Jawa tidak akan pernah korupsi.
KPK juga menyadari sepenuhnya bahwa tidak hanya karakter bangsa tapi juga masalah keadilan sosial dan kesetiakawanan sosial di tengah-tengah masyarakat tak kalah pentingnya.
Di tengah arus badai globalisasi di mana yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin terpuruk. Privasi menjadi hal lumrah yang melahirkan orang-orang yang semakin individualis dan egois. Gaya hidup menjadi berhala. Antre membeli hand phone terbaru dengan harga puluhan juta, membeli tiket konser musik seharga puluhan juta, memakai jam tangan seharga puluhan bahkan ratusan juta sudah jadi sebuah kebanggaan. Mereka tidak risih atau malu. Malu ? Nggak gaya ! Sementara tak jauh dari mereka banyak masyarakat yang menangis kelaparan.
Globalisasi telah melahirkan monster-monster indah yang sangat kelaparan. Semua ingin di makannya. Apapun di makannya. Mereka lebih rakus dari seekor tupai. Tupai menyisakan separo daging buah kelapa yang di makannya di atas pohon. Tapi manusia melahapnya tak tersisa. Dari sebuah pohon kelapa, semua bisa di manfaatkan oleh manusia. Semuanya bisa menjadi uang.
Gaya hidup yang bergelimang kemewahan telah meracuni hati nurani dan benak masyarakat Indonesia. Seperti sebuah virus yang siap menular kepada siapa saja. Saya, anda, KPK, artis, pengacara, presiden, polisi, tentara, hakim, jaksa dan sebagainya semua bisa menjadi korban virus yang menjijikkan ini.
Korupsi, apapun di lakukannya untuk menambah pundi-pundi uangnya. Slogannya adalah korupsi untuk hidup bukan hidup untuk korupsi.
Maka tepatlah slogan : Katakan Tidak Pada(hal) Korupsi !

This is Big Bonus To You ! FREE

This is it ! You must have main key to get it. It’s called faith. Tepat sekali, faith artinya iman. Iman adalah kunci utama anda untuk mendapatkan bonus yang luar biasa ini. Iman artinya percaya. Anda memang harus percaya. Ini adalah suatu bentuk awal dari totalitas ikhtiar. Kunci utama ini akan bekerja dengan baik jika di barengi dengan formula selanjutnya. Formula itu di sebut taqwa.
Formulanya adalah sebagai berikut :

1.Beriman kepada yang gaib. Gaib artinya tak terindra. Seperti iman kepada Allah SWT, pada malaikat, pada hari kebangkitan, syorga, neraka dan sebagainya,
2.Rutin menjalankan sholat
3.Berzakat, bersedekah dan sebagainya
4.Beriman kepada kitab suci Al – Quran yang diturunkan kepada Nabi Muhammmad SAW dan kitab-kitab Allah lainnya yang diturunkan kepada para Nabi sebelum Nabi Muhammmad SAW
5.Iman kepada Hari Kemudian
6.Bila berjanji selalu menepati janji
7.Bersabar bila mendapat cobaan
(Baca Surat Al Baqarah ayat 1 – 4 dan Surat Al Baqarah ayat 177)

Tahap berikutnya adalah tahap yang paling penting. Tahap yang selalu di impikan dan di nantikan. Anda harus melewati tahap ini jika ingin mendapatkan bonus yang luar biasa itu. Tahap itu adalah kematian. Bagi orang yang beriman dan bertaqwa tak ada yang lebih indah dan nikmat selain mati. Karena sesudah kematianlah bonus yang menakjubkan itu menanti. Yaitu syorga.

center>

Listen Quran Online

Malin Kundang Menggugat

Bagi para orang tua khususnya para Ibu dan juga kita sebagai anak, jika kita percaya adanya Tuhan dan hukumNya maka berhati-hatilah bersikap. Jaga baik-baik segala tindak-tanduk, ucapan bahkan hatimu. Seorang Ibu tentu tak ada niat sedikitpun untuk sengaja menjerumuskan anak-anaknya dalam derita siksa di dunia dan akhirat.
Tapi mari kita renungkan beberapa kisah berikut :

Kisah pertama terjadi di jaman Nabi Muhammad SAW. Seorang sahabat Nabi, apa yang kurang dari dirinya. Dia bersama Nabi Muhammad SAW berjuang menegakkan agama Islam. Namun saat sahabat ini mau meninggal nyawanya tertahan di tenggorokan. Ia benar-benar sekarat. Sangat tersiksa. Ketika Nabi Muhammad mencari tahu penyebabnya kenapa sahabat beliau tersiksa seperti itu ternyata sang Ibu dari sahabat beliau ini merasa sakit hati pada anaknya ini. Sakit hati karena anaknya lebih sayang pada istrinya di banding pada Ibu kandungnya.

Kisah kedua adalah legenda yang populer di Indonesia. Malin Kundang, seorang anak yang sukses di perantauan. Menjadi seorang saudagar yang kaya raya. Ketika kembali ke kampung halamannya, ia sudah tidak mengenal lagi Ibu kandungnya bahkan tidak mau mengakui Ibunya yang miskin. Sang Ibu murka dan mengutuknya jadi batu.

Kisah ketiga adalah hasil pengamatan dari seorang K.H. Musthofa Bisri, dalam kehidupan kesehariannya banyak kawan dan saudaranya yang kehidupannya senantiasa di rundung “malang”. Usaha apa saja selalu mengalami kegagalan. Dalam pengamatan beliau ternyata masing-masing mereka mempunyai kesalahan kepada orang tua mereka (khususnya kepada Ibu) yang membuat orang tua yang bersangkutan tidak rela.

Ada hadis yang berbunyi :
“Ridha Tuhan ada pada ridha kedua orang tua dan murka Nya ada pada kemarahan keduanya.” (HR. Al-Bazzar)
(Baca Buku Fikih Keseharian Gus Mus)

Kenapa seorang Ibu begitu gampang murka kepada anaknya hanya karena urusan duniawi semata ? Haruskah seorang Ibu melakukannya ? Haruskah seorang Ibu menjerumuskan anaknya dalam siksa derita dunia dan akhirat ?
Kenapa Ibu tidak melakukan sholat malam memohon doa kepada Nya untuk meminta hidayah dan ampunan agar hati Malin Kundang terbuka dan kembali mengingat Ibu kandungnya. Berdoa agar Malin Kundang menjadi anak yang soleh. Apakah Tuhan tidak akan mengabulkan permohonan suci seorang Ibu ? Apakah Tuhan tidak akan membukakan pintu ampunan ?
Haruskah Ibu lebih suka membuat Tuhan murka ? Kenapa Ibu mesti menjadikan anaknya sebongkah batu ? Kenapa Ibu harus menjerumuskan anaknya menjadi menjadi penghuni abadi di neraka ?


Read Quran Online

Episode Cinta Dari Syorga

Abdullah adalah seorang suami yang sangat bertanggungjawab pada keluarga. Umurnya akan menginjak 45 tahun. Ia menikah dengan seorang perempuan bernama Siti Maulidyah. Mereka dikaruniai empat orang anak. Anak keempatnya masih dalam kandungan, kurang dua bulan lagi akan segera lahir. Di hari ulang tahun istrinya yang ke 40 tahun, Abdullah membelikan mobil mewah sebagai hadiah. Ya, Abdullah memang seorang pengusaha yang sukses. Rumahnya sangat besar bertingkat dua bak istana. Mobil mewahnya lebih dari lima. Tapi sayang takdir hidupnya berkata lain. Tepat pada usianya ke 45 tahun, Abdullah di panggil Allah SWT dengan mendadak.Serangan jantung merenggut nyawanya. Dia meninggal di rumah sakit di samping istrinya yang histeris. Abdullah tertegun melihat istrinya memeluk dan mencium jasadnya. Belum lagi ia menikmati hasil kerja kerasnya, semua harus di tinggalkannya. Istrinya yang cantik, tubuhnya yang lembut dan hangat bahkan anaknya yang masih dalam kandungan. Hidup dan mati benar-benar misterius baginya.
Tiba-tiba ia melihat ada sosok bayangan putih mendekatinya. Cahayanya sangat terang hingga dia tidak mampu melihat sosok itu seperti apa. Sosok itu langsung menggandeng tangan Abdullah dengan kencang dan mengajaknya pergi. Abdullah seperti lemas tak berdaya. Ia merasakan seperti layang-layang yang dengan leluasa di tarik kemana-mana. Istrinya yang sedang memeluk jasadnya di lihatnya semakin menjauh. Abdullah berteriak minta tolong pada istrinya tapi tidak ada suara yang terdengar keluar dari mulutnya. Abdullah seperti memasuki sebuah lorong cahaya. Tapi dia tidak sendiri di sana. Semuanya menuju ke sebuah titik, jauh di ujung sana. Semua bergerak secepat kedipan mata. Dan sekarang ia sudah berada di sebuah tempat yang sangat indah. Ada sebuah pohon yang sangat rimbun dan besar. Di bawahnya ada tempat tidur sangat besar, cukup untuk tidur puluhan orang. Tempat ini di kelilingi sungai yang airnya sangat menyegarkan.

“Tempat apa ini ? Kenapa ada tempat tidur di bawah pohon ?” gumam Abdullah lirih.
“Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh wahai Abdullah,”
“Wa’alaikumsalam Warrahmatullahi Wabarakatuh,” jawab Abdullah kaget. Seseorang tiba-tiba sudah ada di belakangnya.
“Kamu siapa ?” tanya Abdullah.
“Aku Jibril wahai Abdullah,”
“Malaikat Jibril ? Benarkah ?” kata Abdullah seolah tak percaya.
“Benar. Itulah aku !” jawab Jibril.
“Ya Jibril, tempat apakah ini ?”
“Ini adalah syorga. Anugerah Allah untukmu ya Abdullah. Semua karena kau suami yang baik dan bertanggungjawab,”
“Benarkah ? Segala puji bagi Allah,” kata Abdullah.
“Dan bidadari-bidadari itu juga anugerah Allah khusus untukmu wahai Abdullah,” kata Malaikat Jibril seraya menunjuk ke tempat tidur.

Pandangan Abdullah tertuju ke tempat tidur. Di sana sudah ada lima bidadari yang sangat cantik. Tubuhnya sungguh sangat sempurna. Pakaiannya sangat indah. Abdullah belum pernah melihat pakaian seperti itu di dunia. Mereka tengah duduk di tepi tempat tidur sembari tersenyum padanya. Senyum yang sangat menyejukkan hati.

“Mereka akan tinggal bersamaku ya Jibril ?” tanya Abdullah. Tapi Malaikat Jibril sudah tidak ada di dekatnya. “Wahai Jibril, kemana kau ?” teriak Abdullah memangil-manggil. Tak ada jawaban.
Abdullah memberanikan diri mendekati tempat tidurnya. Tak di sangka, kelima bidadari itu berdiri menyambutnya.

“Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh wahai Abdullah,”
“Wa’alaikumsalam Warrahmatullahi Wabarakatuh,”

Abdullah mencium bau wangi semerbak. Wangi sekali. Wangi yang tidak ada duanya di dunia. Abdullah benar-benar terpana dan terlena. Para bidadari itu benar-benar memanjakannya. Bahkan ketika mereka telanjang, Abdullah sudah tak mampu menahan diri lagi. Abdullah benar-benar asyik masyuk bercinta dengan para bidadari itu. Yang keperawanannya kekal selama-lamanya.
Seperti itulah hari-hari yang di jalani Abdullah di syorga. Kenikmatan yang tiada tara sebagai anugerah Allah sebagai balasan menjadi seorang suami yang baik dan bertanggung jawab pada istri dan keluarganya.
Suatu ketika sekembali dari silaturahmi dengan sesama penghuni syorga, Abdullah mendapati seorang pemuda belia yang tampan sedang asyik masyuk bercinta dengan para bidadarinya ti tempat tidur Abdullah. Betapa terkejutnya ia. Berlarilah Abdullah menemui Malaikat Jibril meminta peminta penjelasan.

“Wahai Abdullah, terimalah kenyataan ini. Istrimu, Siti Maulidyah, menikah lagi. Pemuda itulah suaminya. Dia pemuda yang masih sangat belia. Jauh lebih muda di banding istrimu. Mereka menikah setelah seratus hari wafatmu,”
“Siapa dia wahai Jibril ? Apakah dia orang kaya sepertiku ?”
“Tidak. Bahkan dia tidak sebanding denganmu,”
“Tapi kenapa dia juga bercinta dengan para bidadariku ya Jibril ?”
“Bukankah kau dan pemuda itu punya istri yang sama ya Abdullah ?
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

When Human Will Create Electromagnetic Flying Car ?

This is urgent !  Manusia punya masalah mendesak pada kebutuhan energi. Cadangan minyak semakin menipis. Perubahan iklim pun semakin mengancam. Populasi manusia semakin mengancan ketersediaan sumber daya energi. Kita memerlukan alternatif energi terbaru yang ramah lingkungan, mudah dan tahan lama. Salah satu alternatif yang paling mungkin adalah mobil terbang elektro magnetis. Mobil terbang anti gravitasi. Mobil terbang ini jelas tidak memerlukan bandara khusus seperti bandara konvensional. Menghemat lahan dan anggaran. Bisa take off dari tempat mana saja dan landing di mana saja. Jika mobil terbang ini di produksi secara massal akan memecahkan masalah urbanisasi. Orang daerah yang bekerja di kota-kota besar tidak perlu tinggal lagi di dekat tempat dia bekerja. Mereka tetap bisa tinggal di kampung halaman masing-masing. Sehingga kota-kota besar seperti New York, Tokyo, Beijing, Jakarta dan lain-lain bisa menghutankan kembali kotanya.

Semoga manusia bisa menciptakan mobil terbang ini dalam waktu dekat ini. Amin !

%d blogger menyukai ini: