Interview With Barack Obama

Ketika Presiden Barack Obama menghadiri KTT APEC di Singapore, November 2009, saya adalah satu-satunya penulis blog yang diberi kesempatan emas melakukan wawancara dengan Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Meski singkat tapi sangat berharga. Awalnya saya sangat cemas karena Bahasa Inggris saya minim. Namun di luar dugaan ternyata Presiden Barak Obama mempersilahkan saya mewawancarainya dalam Bahasa Indonesia. Sungguh luar biasa. Berikut wawancara yang saya lakukan dengan Presiden Barack Obama :

Saya : ” Apa kabar, Mister President ? ”
Obama : ” Baik. Terima kasih. ”
Saya : ” Bagaimana menurut anda Indonesia sekarang ini, Mister President, ”
Obama : ” Very good. Saya yakinkan pada Indonesia bahwa demokrasi adalah jalan tepat untuk Indonesia. I love this country, ”
Saya : ” You do ? ”
Obama : ” Yes, absolutely, hahaha..”
Saya : ” Apakah Amerika Serikat senang dan terus mendukung proses demokrasi di Indonesia ? ”
Obama ” Yes, of course. Amerika Serikat dan Indonesia akan selalu menjadi ‘good team’ untuk mempromosikan demokrasi yang menakjubkan ini, ”
Saya : ” Mister President, benarkah Indonesia adalah antek Amerika seperti dalam buku anda The Audacity of Hope: Thoughts on Reclaiming the American Dream (Vintage)? ”
Obama : ” I think Indonesia masih dalam proses menemukan jatidiri. Tak salah bila Amerika Serikat menjadi panutan. Itu hal wajar. Tapi fakta bahwa karakter para pemimpin Indonesia merasa cocok dan nyaman dengan kami, ”
Saya : ” Saya mengerti, Mister President. Itulah kenapa jaringan dan koneksi Amerika dalam pemerintahan Indonesia begitu kuat dan familiar disini. Anda tentu bisa melihatnya dalam setiap fase pemerintahan terutama Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bukan ? ”
Obama ” Hahaha.. you said that, ”
Saya : ” Mister President, benarkah anda tulus dan serius memperbaiki hubungan dengan dunia Islam ? ”
Obama : ” Change We Can Believe In. That’s my campaign. Saya percaya itu tak mudah tapi bukan sesuatu yang impossible, ”
Saya : ” Tantangan terberat tentu dari dalam negeri Amerika Serikat sendiri bukan ? ”
Obama : ” I will see it as colour of the democration. Kecurigaan akan terus jadi ancaman bagi kami. But we must optimist to build world in harmony, humanism and equal. I know that there are a lot of my peoples who still arogan and superior, ”
Saya : ” That’s very amazing Mister President, ”
Obama : ” Hahaha..thank you very much, ”
Saya : ” Mister President, selamat, anda mendapat penghargaan Noble Prize, ”
Obama : ” Thank you, ”
Saya : ” Kenapa anda tak ingin menerimanya ? ”
Obama : ” Saya merasa tak pantas menerimanya, ”
Saya : ” Kenapa ? ”
Obama : ” I have a lot of work to do to proof. Setahun tidak cukup dijadikan ukuran. Saya tidak ingin melecehkan orang-orang yang berdedikasi menghabiskan waktu dan hidupnya demi kemajuan peradaban manusia. Merekalah yang seharusnya menerima Noble Prize, ”
Saya : ” Apakah anda melihat Komisi Nobel rasialis dan merasa terancam melihat visi-visi mulia dari seorang Presiden kulit hitam pertama Amerika Serikat ? ”
Obama : ” I want to be as Nelson Mandela. Menebus dan memaafkan kesalahan rezim jahat di masa lalu. Do the best for peace. It’s oke if their community immediately pretend to support and be part of our movement and award me Noble Prize,”
Saya : ” Ide-ide anda memang mulia, Mister President. Tapi, solusi konkrit yang anda tawarkan sangat lemah. Amerika sangat akomodatif pada Israel, Irak tak kunjung dami, Afghanistan terus bergejolak dan Pakistan sekarang mulai membara dan berbahaya. Apakah sesungguhnya Amerika Serikat sedang menerapkan strategi cuci tangan dan membiarkan negeri-negeri itu saling bunuh ? ”
Obama : ” United States of America and the world agreed that there is no negotiation to terrorism and radicalism. Kami saat ini lebih suka mempromosikan kerjasama multi lateral. Amerika percaya bahwa pemerintahan di kawasan ini mampu mengatasinya. Posisi Amerika kini membantu yang mereka perlukan. Mereka harus bisa membuktikannya. ”
Saya : ” Awal November ini, US Army dan tentara Israel melakukan latihan perang di Israel untuk uji coba teknologi terbaru anti rudal. Adakah ancaman signifikan bagi Israel di kawasan ini ? ”
Obama : ” Israel has rights to cover their country. Amerika ingin Israel menjadi satu-satunya negara adi daya di kawasan. Itu sangat penting untuk melindungi kepentingan kami, ”
Saya : ” Tidakkah anda merasa di perdaya ? ”
Obama : ” Loby Yahudi amat kuat di Amerika. Setiap politisi Amerika tahu itu. Dan mereka memerlukannya. ”
Saya : ” Terima kasih, Mister President. Senang berbincang dengan anda, ”
Obama : ” You are welcome. ”

( Wawancara ini cuma mimpi )

Buku-buku Barack Obama :
1. The Audacity of Hope: Thoughts on Reclaiming the American Dream (Vintage)
2. Dreams from My Father: A Story of Race and Inheritance
3. Change We Can Believe In: Barack Obama’s Plan to Renew America’s Promise

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: