Mati Ke Syorga Ala Gus Dur

Suatu waktu Malaikat Jibril berkunjung ke Syorga Ma’Wa. Tempat di mana Allah menganugerahkan kepada umat Muhammad yang susah payah beribadah meski hanya sholat 2 rakaat. Malaikat Jibril mendengar ada suatu tempat yang unik di Syorga Ma’Wa bernama Maqam Indonesia.
Malaikat Penjaga Syorga Ma’Wa menyambut gembira kedatangannya dan mengantarkan Malaikat Jibril berkeliling Maqam Indonesia. Tiba-tiba Malaikat Jibril berhenti. Dia tertegun melihat sebuah pondasi bangunan yang teramat luas terhampar. Disana seorang lelaki berpeci hitam, kurus kering dengan sabarnya membersihkan pondasi bangunan itu dari berbagai sampah dan kotoran. Dia menyapunya dari ujung ke ujung dengan sapu lidi. Lelaki ini tak pernah berhenti menyapu meski lidi di sapunya sering rontok dan tercecer. Tiap kali itu pula lelaki ini segera memperbaikinya agar ia bisa segera menyapu kembali pondasi yang terus kotor dan tak pernah bersih.
Malaikat Jibril bertanya kepada Malaikat Penjaga Syorga Ma’Wa, ” Siapa lelaki itu ? ”
” Dia bernama Soekarno, ya Jibril, ”
” Apa yang telah di lakukannya di dunia ? ” tanya Malaikat Jibril lagi.
” Ketika di dunia manusia ini melakukan amal yang sangat mulia, ya Jibril. Dia memerdekakan dan mendirikan sebuah bangsa yang bernama Indonesia. Tapi di dunia banyak manusia yang mengkhianati dan memanfaatkan namanya, ” jawab Malaikat Penjaga Syorga Ma’Wa.
” Oh, begitu ya. Aku mengerti, ”
Malaikat Jibril memandangi lelaki bernama Soekarno itu. Sesekali Jibril mengangguk ketika Soekarno melihatnya. Selebihnya lebih banyak menggelengkan kepala seraya terbang melanjutkan perjalanan. Setiap kepakan sayap Malaikat Jibril mampu terbang sejauh 300.000 km. Namun di tengah perjalanan dia berhenti. Dia melihat seorang lelaki, gemuk dan murah senyum. Lelaki itu tak henti-hentinya turun naik tangga memperbaiki sebuah bangunan berbentuk pendopo yang teramat besar dan luas. Tiap kali salah satu bagian atap di perbaiki, bagian atap yang lain runtuh.
Malaikat Jibril keheranan, ” Siapa orang itu ? ”
” Namanya Soeharto, ya Jibril, ” jawab Malaikat Penjaga Syorga Ma’Wa.
” Apa yang telah dilakukannya di dunia sehingga ia berbuat seperti itu ? ” tanya Malaikat Jibril minta penjelasan.
” Semasa di dunia dia berupaya sungguh-sungguh membangun bangsanya, tapi rakyatnya banyak yang malu mengakuinya, ”
” Uh, kasihan sekali, ” ujar Malaikat Jibril.
Maka Malaikat Jibril mendekati Soeharto dan bertanya kepadanya,
” Ya Soeharto, apakah kau tidak ingin berhenti melakukan hal menyiksa seperti itu ? ”
” Berhenti ? Tidak, ya Malaikat Jibril. Aku begitu mencintai bangsaku, Indonesia. Aku akan terus melakukannya, memperbaiki atap pendopo ini. Berhenti membuatku pateken, ” jawab Soeharto yakin.
Malaikat Jibril terdiam. Dia tak bisa melakukan apa-apa. Malaikat Jibril pun berlalu, terbang mengepakkan sayapnya yang teramat lebar menelusuri Maqam Indonesia yang teramat unik itu. Dia sudah membuktikannya. Malaikat Jibril tersenyum puas. Tiba-tiba matanya menangkap sesuatu yang menarik. Dari kejauhan dia melihat gemerlap cahaya kemilau bertaburan. Sangat indah. Indah sekali.
” Cahaya apa itu ? ” tanyanya.
” Oh, itu sebuah istana, ya Jibril, ” jawab Malaikat Penjaga Syorga Ma’Wa.
” Sebuah istana ? Ah, pasti istana yang luar biasa ! ” kata Malaikat Jibril.
Malaikat Jibril penasaran ingin melihatnya. Ia bergegas menuju kesana. Ketika istana itu sudah berada di depannya, Malaikat Jibril terpana. Decak kagum dan rasa syukur pada kebesaran Tuhan terus terucap dari mulutnya. Benar-benar istana yang teramat indah dan megah. Dinding-dindingnya penuh bertaburan intan permata. Kiranya dari situlah kilauan cahaya itu berasal. ” Subhanallah, ” ucap Malaikat Jibril.
Tapi Malaikat Jibril melihat suatu pemandangan yang aneh dan ganjil di pojok istana. Ada sebuah gubuk kecil teramat sederhana berdiri di sana. Rasanya hanya muat untuk didiami seorang saja. Di dalamnya tinggal seorang lelaki gemuk, pendek dan berkacamata tebal yang tengah duduk melamun. Malaikat Jibril sangat heran dengan pemandangan yang ganjil itu.
” Kenapa ada gubuk kecil berdiri di pojok istana yang megah ini ? Dan siapa orang yang tengah duduk melamun itu ? Apakah dia seorang pengemis ? ” tanya Malaikat Jibril.
” Bukan, ya Jibril. Dia adalah pemilik istana ini, ” jawab Malaikat Penjaga Syorga Ma’Wa.
” Pemilik istana ini ? Aneh sekali, ”
” Benar, ya Jibril, ”
” Siapa dia ? Apa yang telah dilakukannya di dunia ? ” tanya Malaikat Jibril penasaran.
” Dia adalah orang yang teramat mulia. Namanya Gus Dur atau Kiai Haji Abdurrahman Wahid. Ulama yang sangat di kagumi di dunia. Saudara orang-orang miskin dan tertindas. Berdiri diatas semua golongan manusia. Teramat rendah hati dan sangat sederhana, ”
” Apa yang membuat Gus Dur berlaku seperti itu di sini ? ” tanya Malaikat Jibril.
” Saat ini orang-orang yang ditinggalkan di dunia teramat memujanya lebih dari segalanya. Ratusan milyar harta telah disediakan untuk membangun makamnya hanya untuk mengingat dan memujanya. Itu membuat Gus Dur sedih dan termenung seperti itu. Dia merasa berdosa pada orang-orang kecil yang dibelanya dulu di dunia ” jawab Malaikat Penjaga Syorga Ma’Wa.
Malaikat Jibril mengangguk-angguk mendengar penjelasan itu. Dia mendekati Gus Dur dan berkata, ” Gus, kau sudah tua nanti masuk angin. Masuklah ke istanamu, ”
” Aku bahagia di sini, ya Jibril. Di gubuk inilah aku hidup. Inilah rumah dan jiwaku sesungguhnya. Begitu saja kok repot, ”

2 Tanggapan

  1. Siiiiiiiiiiiiiiiiiipppp
    Ini baru berita yang menarik, maju terus gan, + sukses and muantab.
    Salam hangat dari http://mobil88.wordpress.com
    Jikan ketangkap hansip mohon dipulihkan, thanks.😀

  2. ini cerita karangan toh? kalo menyangkut karangan bilang sedari awal, perihal apa yg diucapkan Malaikat Jibril dll yg adalah kekasih ALLAH, jgn sembarangan atau termasuk dusta, sebagian kalangan kasyaf mmg mendapat kabar bahwa beliau2 yaitu Bp Soekarno, Bp Soeharto & Bp Abdurrahman Wahid mmg ditempatkan dijannah, krn jasa2 beliau2 trhdp bangsa ini,terlepas dr kesalahan mrk, krn 1 kebaikan dibalas berkali2 lipat & 1 dosa tercatat 1 saja, Wallahu a’lam bishowab

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: