LPG, The Most Danger “Terrorist” In Indonesia

"Terrorist"

Apakah kita bisa berharap bahwa Pertamina memiliki harga diri yang sama dengan perusahaan sekelas Toyota Corp. yang menarik ratusan ribu produk mobilnya yang cacat dari seluruh dunia ? Mungkinkah Pertamina mau menarik tabung gas LPG 3 kg akibat maraknya ledakan penggunaan gas dari tabung LPG 3 kg ini dari seluruh Indonesia untuk pemeriksaan ulang ? Sepertinya itu hanya MIMPI !
Padahal seharusnya demi keselamatan rakyat tak ada alasan apapun untuk menolaknya.
Dari sumber berita Kompas, 29 Mei 2010 melaporkan bahwa korban akibat ledakan tabung gas di Jabodetabek antara bulan April dan Mei dengan total 14 kejadian, 9 orang meninggal, 24 orang luka bakar. Sementara itu di Banyumas, sejumlah agen mengeluhkan banyaknya tabung gas yang bocor. Dari 100 tabung, terdapat 10 tabung yang bocor setelah di test dengan di rendam di drum yang berisi air.
Sungguh orang tak beradab yang hanya bisa menyalahkan rakyat yang dianggap tak bisa menggunakan gas untuk memasak. Jika kompor, regulator, selang dan tabung gas aman dan bagus di pakai untuk memasak tak perlu ada musibah yang mengakibatkan korban jiwa, terluka dan hilangnya harta benda. Seperti yang saya alami sendiri, beberapa kali saya menemukan tabung gas yang terlihat sambungan lasnya yang sangat kasar. Apakah ini tabung illegal ? Regulator yang saya pasang bila tidak pada posisi yang pas, kompor tidak akan menyala. Dan itu membuat saya “penasaran” bak seorang teknisi ahli. Jika saya salah mungkin saja peristiwa ledakan bisa terjadi di rumah. Tapi untunglah sampai saat ini tidak terjadi apa-apa. Seharusnya regulator yang bagus dan aman harus langsung pas dan tidak berubah posisinya ketika di pasang seperti yang selalu terjadi di rumah. Pertamina juga harus menjamin bahwa produk selang yang di pakai tidak mudah bocor dan aman di pakai dalam jangka waktu tertentu, misalnya harus diganti satu tahun sekali. Kompor gas yang di pakai di rumah adalah kompor gas program konversi. Dan itu sering ngadat dan sekali lagi membuat saya bak teknisi untuk memeriksa di bagian mana kerusakannya.
Kompor gas, tabung gas, regulator dan selangnya berbeda dengan kita membeli ban sepeda. Jika kita membeli ban sepeda yang murah tentu akan cepat aus dan bocor. Seharusnya meski LPG 3 kg ini murah dan bersubsidi, mutu dan keamanan produk untuk digunakan haruslah nomor satu di seluruh dunia !
Pertamina, cepatlah berbenah untuk merebut simpati dan kepercayaan konsumen. Konsumen ini bangsa kalian sendiri. Bukankah pasar bebas sudah ada di depan pintu ? Jika kalian ditinggalkan rakyat, Pertamina akan segera tinggal sejarah. Bangsa Indonesia tetap akan menjadi bangsa pecundang. Tunggu apa lagi !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: