Dari Selamat Pagi Bupati Ke Selamat Pagi Kebumen

Ganti pemimpin ganti kebijakan. Hal biasa yang sering dijumpai di Indonesia tak terkecuali di Kebumen di bawah Bupati yang baru, H. Buyar Winarso yang di lantik 26 Juli 2010. Setelah berjalan hampir 8 (delapan tahun) acara Selamat Pagi Bupati di Ratih TV Kebumen akan berubah menjadi Selamat Pagi Kebumen. Dalam acara Selamat Pagi Bupati biasanya Bupati yang tiap pagi menjadi narasumber kini dalam acara yang baru Selamat Pagi Kebumen, Bupati akan tampil hanya sekali dalam seminggu. Sementara hari-hari yang lain akan diisi oleh para pejabat terkait, tokoh-tokoh masyarakat dan lain sebagainya. Alasannya agar semua orang bisa muncul di Ratih TV. Alasan yang bagus tapi aneh. Bupati yang baru ini sepertinya tidak ingin diganggu. Ingin menjauh dari rakyat. Tidak mau di repotkan oleh keluhan rakyatnya tiap hari. Pemimpin yang tidak punya niat tulus silaturahmi lebih dekat dengan semua kalangan rakyat Kebumen. Jika Bupati Buyar Winarso ingin menyatukan kembali masyarakatkan Kebumen yang terbagi dua pasca Pemilu Kada seperti yang di katakannya, Selamat Pagi Bupati seharusnya adalah ajang yang tepat untuk mencoba lebih dekat dengan rakyatnya. Mendengarkan apapun keluhan rakyatnya tanpa perlu merendahkan siapapun yang bicara. Apa yang perlu di takutkan jika Bupati hadir setiap hari ? Paling tidak untuk setahun kedepan setelah itu intensitas kehadirannya bisa dikurangi. Memang tidak ada jaminan bahwa kehadiran Bupati setiap hari di acara Selamat Pagi Bupati bisa dekat dengan rakyatnya. Buktinya mesti KH. Nasirudin Al Mansyur sebagai bupati terdahulu berusaha hadir tiap pagi di acara ini, ternyata dalam Pemilu Kada yang lalu kalah dengan Buyar Winarso yang tak pernah di kenal sebelumnya.
Pada mulanya saya berharap acara Selamat Pagi Bupati ini adalah semacam “trade mark” Kabupaten Kebumen yang tak ada duanya di Indonesia bahkan dunia. Seperti halnya manggleng, makanan khas asli Kebumen. Siapapun bupatinya tak akan berubah. Karena tujuannya sangatlah bagus dan mulia. Mungkin Bupati yang baru ini ingin menghapus segala jejak kebijakan Bupati terdahulu. Seperti pepatah Jawa : “ sapa kowe, sapa aku “
Perubahan nama Selamat Pagi Bupati menjadi Selamat Pagi Kebumen memberi sinyal bahwa transparansi, kebebasan mengeluarkan pendapat dan pemimpin yang merakyat hanya akan tinggal kenangan di Kebumen. Ini sungguh ironis, terutama karena partai pengusung H. Buyar Winarso yakni Partai Amanat Nasional, Partai Keadilan Sejahtera, Gerindra, PKNU dan PPP adalah partai reformis.

2 Tanggapan

  1. BUPATI BUYAR WINARSO…….BUYARKAN SAJA

    • sudah tradisi diindonesia siapa yang tampil pasti ada yang pro dan ada yang konta yg penting kita dukung aja biar berjalan lancar . . .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: