Sulitkah PKS Memecat Adang Daradjatun ?

Adang Daradjatun, anggota DPR RI dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), mantan wakil kepala Polri bersikukuh tidak akan memberitahukan keberadaan istrinya Nunun Nurbaeti. Namun Adang Daradjatun mempersilahkan KPK membawa istrinya pulang (25 Mei 2011, Sumber Kompas, Sabtu, 28 Mei 2011).
Nunun Nurbaeti adalah tersangka kasus suap cek perjalanan dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia tahun 2004 yang di menangi Miranda S Goeltom.
Apakah PKS merasa nyaman dengan sepak terjang Adang Daradjatun merahasiakan keberadaan istrinya mati-matian ?
Ini sungguh sagat mencurigakan. Ironis ! Parta Keadilan Sejahtera adalah partai berasaskan Islam. Keadilan adalah salah satu sasaran Islam. PKS dan Adang Daradjatun mestinya menjadi contoh bagi kaum muslim Indonesia dan dunia dalam berkorban membela kebenaran dan menegakkan keadilan meski harus mengorbankan kerabat sendiri.

Allah berfirman :
” Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil.” ( Al Maidah : 8 )

” … Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil kendatipun dia adalah kerabatmu… ” ( Al An’am : 152 )

Jika Parta Keadilan Sejahtera berdiam diri membiarkan Adang Daradjatun merahasiakan keberadaan Nurbaeti, PKS tak ada bedanya dengan Jamaah Islam yang gemar merusak citra Islam dengan membawa kebesaran dan kesucian nama Islam. Cukuplah citra Islam terpuruk akibat perang global terhadap terorisme. PKS sebagai partai berasas Islam janganlah turut memperburuk citra. PKS harus tegas menindak dan memecat anggotanya yang melakukan ” teror, memperkosa dan mengebiri ” nilai-nilai moral dan kebenaran. Tidak cukup keadilan di tegakkan cuma pada Arifinto dan Misbakhun. Tegakkan pada semua anggota dengan adil.

Dari Ibnu Abbas Ra di riwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda :
” Sehari bagi pemimpin yang adil lebih utama daripada ibadah enam puluh tahun, dan hukum yang ditegakkannya di muka bumi dengan benar lebih menyucikan bumi itu daripada hujan selama empat puluh hari. ” (HR. Thabrani)

Dan di riwayatkan Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda :
” Wahai Abu Hurairah, keadilan satu jam lebih utama daripada ibadah enam puluh tahun, sholat malam dan puasa. Dan wahai Abu Hurairah, penyelewengan hukum satu jam lebih pedih dan lebih besar pada pandangan Allah daripada melakukan maksiat enam puluh tahun. ”

No Responses Yet

  1. He he he Namanya Darajatun, tetapi tidak berwatak menjunjung tinggi derajad kebenaran…

    Nunun yang g**a ??????????????????

    Suaminya juga s****ng

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: