Malin Kundang Menggugat

Bagi para orang tua khususnya para Ibu dan juga kita sebagai anak, jika kita percaya adanya Tuhan dan hukumNya maka berhati-hatilah bersikap. Jaga baik-baik segala tindak-tanduk, ucapan bahkan hatimu. Seorang Ibu tentu tak ada niat sedikitpun untuk sengaja menjerumuskan anak-anaknya dalam derita siksa di dunia dan akhirat.
Tapi mari kita renungkan beberapa kisah berikut :

Kisah pertama terjadi di jaman Nabi Muhammad SAW. Seorang sahabat Nabi, apa yang kurang dari dirinya. Dia bersama Nabi Muhammad SAW berjuang menegakkan agama Islam. Namun saat sahabat ini mau meninggal nyawanya tertahan di tenggorokan. Ia benar-benar sekarat. Sangat tersiksa. Ketika Nabi Muhammad mencari tahu penyebabnya kenapa sahabat beliau tersiksa seperti itu ternyata sang Ibu dari sahabat beliau ini merasa sakit hati pada anaknya ini. Sakit hati karena anaknya lebih sayang pada istrinya di banding pada Ibu kandungnya.

Kisah kedua adalah legenda yang populer di Indonesia. Malin Kundang, seorang anak yang sukses di perantauan. Menjadi seorang saudagar yang kaya raya. Ketika kembali ke kampung halamannya, ia sudah tidak mengenal lagi Ibu kandungnya bahkan tidak mau mengakui Ibunya yang miskin. Sang Ibu murka dan mengutuknya jadi batu.

Kisah ketiga adalah hasil pengamatan dari seorang K.H. Musthofa Bisri, dalam kehidupan kesehariannya banyak kawan dan saudaranya yang kehidupannya senantiasa di rundung “malang”. Usaha apa saja selalu mengalami kegagalan. Dalam pengamatan beliau ternyata masing-masing mereka mempunyai kesalahan kepada orang tua mereka (khususnya kepada Ibu) yang membuat orang tua yang bersangkutan tidak rela.

Ada hadis yang berbunyi :
“Ridha Tuhan ada pada ridha kedua orang tua dan murka Nya ada pada kemarahan keduanya.” (HR. Al-Bazzar)
(Baca Buku Fikih Keseharian Gus Mus)

Kenapa seorang Ibu begitu gampang murka kepada anaknya hanya karena urusan duniawi semata ? Haruskah seorang Ibu melakukannya ? Haruskah seorang Ibu menjerumuskan anaknya dalam siksa derita dunia dan akhirat ?
Kenapa Ibu tidak melakukan sholat malam memohon doa kepada Nya untuk meminta hidayah dan ampunan agar hati Malin Kundang terbuka dan kembali mengingat Ibu kandungnya. Berdoa agar Malin Kundang menjadi anak yang soleh. Apakah Tuhan tidak akan mengabulkan permohonan suci seorang Ibu ? Apakah Tuhan tidak akan membukakan pintu ampunan ?
Haruskah Ibu lebih suka membuat Tuhan murka ? Kenapa Ibu mesti menjadikan anaknya sebongkah batu ? Kenapa Ibu harus menjerumuskan anaknya menjadi menjadi penghuni abadi di neraka ?


Read Quran Online

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: